Langsung ke konten utama

Judi Tembak Ikan semakin Marak, Seolah Hukum Tidak Ada di NKRI

BERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No.01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia


POTRETRI007.COM - Medan. Untuk mengelabui petugas dan pantauan awak Media, dengan berbagai cara Akun Bos Judi Game Ikan merubah merek dimana sebelumnya bermerk Fortune, Gorilla, Kingdom 88, Joker 88, Hitam Putih (HP), dan terakhir Domino. Dan kali ini Big Bos Judi Game Ikan yang susah ditangkap aparat kepolisian tersebut merubah merek menjadi “Ratu Ikan”.

Praktik judi tembak ikan berkedok game ketangkasan dengan omset ratusan juta perharinya kian marak di Wilayah Medan Utara Wilkum Polres Pelabuhan Belawan, seperti di Medan Marelan, Kandang Lembu Pekan Labuhan, Dekat Rel Kereta Api Pekan Labuhan. Pemiliknya disebut-sebut berinisial AK alias Akun alias Andi dan Budi.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, Sabtu (15/1/2022), bahwasanya Akun kabarnya bahkan sudah melebarkan usaha haramnya sampai ke pelosok kawasan Medan Utara, seperti di daerah perbatasan pinggiran Kecamatan Percut Seituan, Kelurahan Pematang Johar, Pinggiran Sunggal dan Kecamatan Medan Helvetia, Deliserdang dan Sergai.

Berikut lokasi diwilayah Medan Utara yang berhasil dihimpun yakni, Jalan Infeksi Titipapan, Rengas Pulau Medan Marelan, Jalan Marelan Pasar 6 Desa Manunggal, Jalan Marelan Raya Pasar 5 Marelan, di Pasar 4 Marelan ada 2 pintu, di Siombak, di Medan Labuhan pinggir Benteng Sungai ada 3 titik dan di pinggir rel Kota Bangun dan di lahan garapan Helvetia.

Dari pantauan awak media dibeberapa lokasi perjudian tersebut bahwasanya bandar mesin judi Tembak Ikan dan hingga sampai saat ini judi Tembak Ikan ” Ratu Ikan”  tersebut belum tersentuh oleh aparat kepolisian.

Dikatakan anak penjaga Koin kepada awak tim media seperti biasanya kalau bermain di lokasi itu, harus membeli koin kepada kasir dan nantinya bisa di tukar dengan uang tunai jika sudah memiliki poin yang banyak.

“Ada apa bang, kalau mau main beli koin dulu bang, nanti kalau menang bisa ditukar, aku baru kerja disini bang gak tau siapa pengawasnya, setau ku yang punya Ko Andi atau akun,” ujar cewek muda penjaga koin itu.

Lokasi Judi tembak Ikan itu selalu ramai dan banyak orang main judi. Disitu ada banyak meja tembak ikan dan banyak juga orang bermata sipit dan berkulit putih yang hilir mudik berdatangan.

“Kami warga disini sangat heran mengapa belum ada tindakan dari pihak Kepolisian, kami berharap agar segera menangkap bandar dan menutup lokasi judi itu karna sudah cukup meresahkan, atau biar kami nanti mamak mamak yang menutup lokasi itu, kami sudah resah dan tidak mau kampung kami ini kotor dengan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan seakan Hukum tidak ada di NKRI ini". (Hs)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Otoritas Pelabuhan Belawan (OP) Sesalkan oknum LPM Tadinya Audiensi Malah Jadi Pencemaran Nama Baik Otoritas Pelabuhan (OP)

BERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No. 01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU- 94803 .AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia POTRETRI007.COM - BELAWAN. Otoritas Pelabuhan Utama Belawan sesalkan penyalahgunaan hasil pertemuan audiensi oknum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Medan Belawan. Nama baik institusi Pemerintah Otoritas Pelabuhan Utama Belawan itu terusik. Rabu 22/06/2022 sekitar pukul 16.00 Wib. "Kita dituduh yang macam-macam dan tanpa bukti, kami (Otoritas Pelabuhan Utama Belawan) merasa telah terjadi pencemaran nama baik. Untuk itu kami menunggu perintah Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Belawan". Demikian dikatakan Kasubbag Humas Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Siswati Afrillani Sinaga menjawab pertanyaan Aliansi Wartawan Medan ...

Pertina Sumut Berhasil meraih Juara umum Kejurnas Tinju Junior Youth - Elite 2022 Di Gor Mini Dispora Sumut.

B ERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No. 01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU- 94803 .AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia POTRETRI007.COM - Medan. Pertina Sumut meraih gelar juara umum Kejurnas Tinju Junior-Youth-Elite 2022 di GOR Mini Dispora Sumut di Jalan Pancing Medan yang berakhir, Rabu (10/8) malam. Ketua panitia pelaksana Kejurnas yang juga Ketua Pengprov Pertina Sumut, Sabam Parulian Manalu SE MAP PHD mengungkapkan rasa gembiranya Sumut berhak atas gelar juara umum setelah meraih total medali terbanyak. Sumut menambah 11 medali emas pada hari terakhir Kejurnas, dan akhirnya mengoleksi total 13 medali emas. Sehari sebelumnya, Sumut sudah mengoleksi 2 medali emas, melalui Vika Pardede dan Rudianto Hutasoit.  Keberhasilan ini, menurut Sabam Mana...

Nelayan Menjerit, Harga BBM SOLAR Melambung Menjadi 7000/Liter Akibat ulah mafia minyak

BERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No.01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia POTRETRI007.COM - M edan Labuhan - Nelayan skala kecil khususnya di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan menjerit. Masalahnya nelayan tersebut harus beli BBM solar di tengkulak seharga Rp. 7 ribu per liter. Rabu (06/07/2022) pukul 11.30 Wib. "Tolonglah bantu kami pak, sekarang kami harus beli minyak (BBM solar) Rp. 7 ribu per liter, sudahlah susah sekarang makin susah". Demikian dikatakan nelayan skala kecil Pekan Labuhan, Junaidi (57).  BBM solar di SPBN sudah tidak ada lanjut Junaidi, jadi kami terpaksa beli di tengkulak, karena kami harus melaut mencari nafkah, keluh Junaidi dengan menenteng drigen BBM. Hal senada juga d...