Langsung ke konten utama

Aroma BBM Pertamina meresahkan Masyarakat sekitar, Warga" Masyarakat Tidak Merasa Nyaman Dengan Kehadiran Pertamina Di Medan Labuhan

BERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No.01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia


POTRETRI007.COM - Medan Labuhan. Jajaran Polres Pelabuhan Belawan (Unit Intel Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan jembatani pertemuan antara warga masyarakat terdampak aroma BBM Pertamina Labuhan Deli dengan pihak Pertamina. Dialog warga dengan pihak Pertamina yang dihadiri Muspika Medan Labuhan itu berlangsung di aula Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan. Rabu (31/08/2022) pukul 10.30 Wib.

Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat, Abdurrahman (50) warga lingkungan 23 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan sebut masyarakat Pekan Labuhan tidak bangga dengan keberadaan Pertamina Labuhan Deli di daerahnya. Rahman sampaikan 3 opsi kepada pihak Pertamina.

“Kami warga masyarakat Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan khususnya yang terdampak aroma BBM Pertamina Labuhan Deli tidak pernah bangga dengan keberadaan Pertamina Labuhan Deli di daerah kami. Pertamina Labuhan Deli tidak pernah peduli dengan keresahan kami, hingga sampai sekarang aroma BBM Pertamina terus saja mengganggu kehidupan masyarakat ramai”, ucap Abdurrahman menyampaikan pandangannya.

Kami masyarakat mengajukan 3 opsi ke Pertamina, lanjut Rahman. Pertamina Labuhan Deli harus memberikan garansi bahwa tidak adalagi aroma BBM Pertamina Labuhan Deli masuk ke dalam rumah warga.

Opsi ke dua, Pertamina harus memberikan garansi bahwa tidak akan terjadi kebakaran yang mengancam jiwa masyarakat Pekan Labuhan.

Ke tiga, bilamana ke dua opsi tersebut tidak dapat dikabulkan Pertamina, maka kami minta Pertamina Labuhan Deli segera dipindahkan ke daerah lain, tegas Rahman yang meminta hasil dialog disalin dan ditandatangani bersama.

Kepala Depot Pertamina Labuhan Deli, Morinto tanggapi keluhan warga. “Setiap permasalahan tentu ada solusinya, kita ini satu lingkungan keluarga, kiranya dapatlah duduk bersama warga”, kata Morinto yang baru bertugas 6 bulan tersebut.

Kami Pertamina lanjut Morinto menanggapi keluhan warga. Kami mengkedepankan safety atas resiko kebakaran, dan itu ada bidangnya.

Terkait soal aroma BBM Pertamina Labuhan Deli akan kami benahi di dalam semaximal mungkin, agar aroma BBM Pertamina Labuhan Deli tidak keluar dan masuk ke rumah warga, janji Morinto.

Muspika Medan Labuhan, masyarakat, Pertamina dan pihak Kelurahan Pekan Labuhan sepakat notelen pertemuan dicatat tertulis dan ditandatangani bersama. Namun hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi, catatan notulen pertemuan tersebut belum diserahkan pihak Pertamina Labuhan Deli ke masyarakat dan Muspika Medan Labuhan. (Hs)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Otoritas Pelabuhan Belawan (OP) Sesalkan oknum LPM Tadinya Audiensi Malah Jadi Pencemaran Nama Baik Otoritas Pelabuhan (OP)

BERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No. 01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU- 94803 .AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia POTRETRI007.COM - BELAWAN. Otoritas Pelabuhan Utama Belawan sesalkan penyalahgunaan hasil pertemuan audiensi oknum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Medan Belawan. Nama baik institusi Pemerintah Otoritas Pelabuhan Utama Belawan itu terusik. Rabu 22/06/2022 sekitar pukul 16.00 Wib. "Kita dituduh yang macam-macam dan tanpa bukti, kami (Otoritas Pelabuhan Utama Belawan) merasa telah terjadi pencemaran nama baik. Untuk itu kami menunggu perintah Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Belawan". Demikian dikatakan Kasubbag Humas Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Siswati Afrillani Sinaga menjawab pertanyaan Aliansi Wartawan Medan ...

Pertina Sumut Berhasil meraih Juara umum Kejurnas Tinju Junior Youth - Elite 2022 Di Gor Mini Dispora Sumut.

B ERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No. 01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU- 94803 .AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia POTRETRI007.COM - Medan. Pertina Sumut meraih gelar juara umum Kejurnas Tinju Junior-Youth-Elite 2022 di GOR Mini Dispora Sumut di Jalan Pancing Medan yang berakhir, Rabu (10/8) malam. Ketua panitia pelaksana Kejurnas yang juga Ketua Pengprov Pertina Sumut, Sabam Parulian Manalu SE MAP PHD mengungkapkan rasa gembiranya Sumut berhak atas gelar juara umum setelah meraih total medali terbanyak. Sumut menambah 11 medali emas pada hari terakhir Kejurnas, dan akhirnya mengoleksi total 13 medali emas. Sehari sebelumnya, Sumut sudah mengoleksi 2 medali emas, melalui Vika Pardede dan Rudianto Hutasoit.  Keberhasilan ini, menurut Sabam Mana...

Nelayan Menjerit, Harga BBM SOLAR Melambung Menjadi 7000/Liter Akibat ulah mafia minyak

BERITA TERKINI ZAMAN NOW Penerbit: PT.Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW) Pemimpin Perusahan/Pimpinan Redaksi : R. Sukrisno Alim Sudibyo SIUP-PM: No.01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008 Penasehat hukum : LBH.AMPERA dan Tim Advokasi Presidium Pusat Reclasseering Indonesia POTRETRI007.COM - M edan Labuhan - Nelayan skala kecil khususnya di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan menjerit. Masalahnya nelayan tersebut harus beli BBM solar di tengkulak seharga Rp. 7 ribu per liter. Rabu (06/07/2022) pukul 11.30 Wib. "Tolonglah bantu kami pak, sekarang kami harus beli minyak (BBM solar) Rp. 7 ribu per liter, sudahlah susah sekarang makin susah". Demikian dikatakan nelayan skala kecil Pekan Labuhan, Junaidi (57).  BBM solar di SPBN sudah tidak ada lanjut Junaidi, jadi kami terpaksa beli di tengkulak, karena kami harus melaut mencari nafkah, keluh Junaidi dengan menenteng drigen BBM. Hal senada juga d...